BANSER : Berseragam Tapi Tidak Sama

Seragam berwarna kuning, dasi hijau, peci hitam, dan bintang berwarna emas berjejer di pundak. Demikian suasana baris berbaris BANU pada tahun 1937, tepat pada Kongres ANU II di Malang. Decak kekaguman muncul dari sebagian para kiai, tapi sebagian yang lainnya merasa khawatir terjerumus pada hukum tasyabuh (meniru-niru) Belanda.

Pada tahun-tahun selanjutnya, seragam Banser selalu dinamis. Kedinamisan itu bisa berasal dari, tiadanya arahan mengenai seragam (1968), pelarangan penggunaannya (1969), dan standar yang tidak spesifik (1981).

Setelah itu, perumusan mengenai seragam dilakukan dengan teliti: PDH, PDL, badge, tali komando, hingga tanda kecakapan khusus dan hal lainnya. Meskipun di lapangan, seperti pengawalan kiai atau pengajian tak jarang ada yang terlihat hijau muda (kusam), atau mentereng baru beli (sendiri).

Ada motif tidak mampu beli, atau nyicil untuk mendapatkannya. Tapi itu tak mengurangi semangat khidmat, sebab seragam yang tidak sama itu, hanyalah formalitas karena pada dasarnya mereka tetap berpeluh menjalankan tugas. Mereka tidak meletakkan kewibawaan dan identitasnya pada seragam, tapi kepada dampak yang diberikan.

Sebab masyarakat, tidak pernah menanyakan kusam-tidaknya seragam Riyanto ketika memeluk kemanusiaan di Mojokerto. Dan tidak pula, menanyakan topi atau peci saat para Banser turun membantu korban Bencana Sumatra.

Banser memakai seragam yang tulus dan jujur, untuk tugas-tugas kemanusiaan yang luhur.

Source : PP. GP. Ansor

By : BSA Ansor Montong

  • Related Posts

    Bangun Kemandirian Ekonomi Organisasi, GP Ansor Montong Garap Lahan Pertanian Jagung Seluas 1,5 Hektare

    TUBAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, melakukan aksi nyata dalam memperkuat roda perekonomian organisasi. Melalui pemanfaatan sektor agrobisnis, para kader Ansor secara…

    Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Kader Ansor-Banser Montong Gelar Ziarah Wali di Bumi Ronggolawe

    TUBAN – Dalam rangka menyambut dan memperingati datangnya Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, jajaran pengurus dan kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) GP Ansor serta Satkoryon Banser Kecamatan Montong…

    You Missed

    Bangun Kemandirian Ekonomi Organisasi, GP Ansor Montong Garap Lahan Pertanian Jagung Seluas 1,5 Hektare

    Bangun Kemandirian Ekonomi Organisasi, GP Ansor Montong Garap Lahan Pertanian Jagung Seluas 1,5 Hektare

    Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Kader Ansor-Banser Montong Gelar Ziarah Wali di Bumi Ronggolawe

    Semarak Tahun Baru Islam 1448 H, Kader Ansor-Banser Montong Gelar Ziarah Wali di Bumi Ronggolawe

    Optimalkan Hasil Panen, PAC GP Ansor Montong Jajaki Kerja Sama Pertanian Jagung dengan Bayer Dekalb

    Optimalkan Hasil Panen, PAC GP Ansor Montong Jajaki Kerja Sama Pertanian Jagung dengan Bayer Dekalb

    Tingkatkan Kompetensi Digital, Badan Siber Ansor Montong Ikuti Seminar Cyber War dan Digital Marketing di Tuban

    Tingkatkan Kompetensi Digital, Badan Siber Ansor Montong Ikuti Seminar Cyber War dan Digital Marketing di Tuban

    Sukses Besar! Program Bazar Kambing Qurban “Sahabat Aqqur” Ansor Montong Melampaui Target Penjualan dan Tembus Pasar Jakarta

    • By admin
    • May 31, 2026
    • 102 views
    Sukses Besar! Program Bazar Kambing Qurban “Sahabat Aqqur” Ansor Montong Melampaui Target Penjualan dan Tembus Pasar Jakarta

    MDS Rijalul Ansor Montong Gelar Malam Selapanan: Perkuat Kajian Fiqih, dan Semarak Harlah ke-92 GP Ansor

    MDS Rijalul Ansor Montong Gelar Malam Selapanan: Perkuat Kajian Fiqih, dan Semarak Harlah ke-92 GP Ansor