TUBAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Montong menunjukkan cara unik dan inspiratif dalam mengelola organisasi. Alih-alih hanya bergantung pada bantuan pihak luar, para kader hijau ini turun ke ladang untuk memanen jagung guna mendanai agenda pelantikan pengurus baru mereka.

Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi nyata dari semangat kemandirian ekonomi organisasi. Dengan memanfaatkan lahan pertanian, para kader Ansor-Banser Montong membuktikan bahwa pengabdian tidak harus selalu berjarak dengan realitas ekonomi lokal.
Gotong Royong di Atas Lahan
Proses panen yang dilakukan secara gotong royong ini melibatkan puluhan kader. Hasil panen jagung tersebut nantinya akan dijual, dan seluruh profitnya akan dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan operasional pelantikan, mulai dari perlengkapan acara hingga konsumsi.

Ketua PAC GP Ansor Montong menyatakan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memberikan contoh kepada masyarakat, khususnya pemuda, bahwa sektor pertanian jika dikelola secara kolektif dapat menjadi mesin penggerak organisasi yang tangguh.
Poin Utama Aksi Kemandirian:
-
- Kemandirian Finansial: Mengurangi ketergantungan pada proposal atau donatur eksternal.
- Pemberdayaan Kader: Mengasah jiwa kewirausahaan dan kerja keras anggota di sektor agraris.
- Solidaritas: Mempererat silaturahmi antar anggota melalui kerja fisik di lapangan sebelum memasuki masa jabatan resmi.

”Kami ingin memulai masa khidmat ini dengan tangan di atas. Berkeringat di ladang jagung adalah simbol bahwa Ansor Montong siap bekerja keras untuk Agama, Ummat dan Bangsa.”
BSA Ansor Montong






