TUBAN – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban, melakukan aksi nyata dalam memperkuat roda perekonomian organisasi. Melalui pemanfaatan sektor agrobisnis, para kader Ansor secara bergotong-royong melaksanakan pembersihan dan persiapan lahan pertanian seluas 1,5 hektare yang diproyeksikan sebagai pusat budidaya tanaman jagung.
Lahan produktif yang digarap ini merupakan milik Sahabat H. Wahid Ahmad Ali, sosok tokoh muda yang memiliki peran strategis di wilayah tersebut. Selain menjabat sebagai Pembina PAC GP Ansor Kecamatan Montong, beliau juga mengemban amanah sebagai Ketua Majelis Dzikir dan Shalawat (MDS) Rijalul Ansor Kabupaten Tuban, serta aktif melayani masyarakat dalam perannya sebagai Sekretaris Desa Pakel.
Kolaborasi dan Gotong Royong Kader
Kegiatan pembersihan lahan ini melibatkan kader Ansor dan Banser Kecamatan Montong. Dengan membawa peralatan pertanian manual, para pemuda Nahdliyin ini bahu-membahu membersihkan rumput liar dan sisa ranting, agar siap ditanami benih jagung berkualitas pada musim tanam yang akan datang.
Aksi ini bukan sekedar aktivitas pertanian biasa, melainkan sebuah gerakan kolektif untuk mengubah potensi alam menjadi instrumen penguat organisasi. Komitmen H. Wahid Ahmad Ali dalam menyediakan lahannya menjadi stimulus penting bagi para kader untuk belajar mengelola bisnis pertanian secara profesional dari hulu hingga hilir.
Menuju Kemandirian Finansial Organisasi
Selama ini, organisasi kepemudaan sering kali dihadapkan pada tantangan pendanaan dalam menjalankan program-program sosial, keagamaan, dan kemasyarakatan. Melalui program demplot (binaan pertanian) tanaman jagung ini, PAC GP Ansor Montong berusaha memutus ketergantungan terhadap bantuan pihak luar.
Komoditas jagung dipilih karena memiliki masa panen yang relatif stabil, perawatan yang terukur, serta pangsa pasar yang sangat luas di wilayah Kabupaten Tuban, baik untuk kebutuhan pangan maupun industri pakan ternak. Hasil panen dari lahan seluas 1,5 hektare ini nantinya akan dialokasikan sebagai kas organisasi guna mendanai berbagai kegiatan kaderisasi dan aksi sosial keumatan.
”Langkah ini menjadi bukti bahwa pemuda Ansor tidak hanya cakap dalam menjaga tradisi keagamaan dan mengawal ulama, tetapi juga memiliki kepekaan serta kemandirian secara ekonomi. Sektor pertanian adalah urat nadi daerah kita, dan kita harus mengambil peran di dalamnya.”
Dampak Sosial dan Edukasi Agribisnis
Selain berdampak pada finansial internal organisasi, proyek pertanian ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi (pembelajaran lapangan) bagi para kader. Di tengah isu menurunnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian, GP Ansor Montong justru hadir memberikan contoh bahwa sektor agraria jika dikelola secara modern dan kolektif mampu menghasilkan nilai ekonomi yang tinggi.
Melalui sinergi antara struktur pengurus, pembina, dan kader di akar rumput, gerakan menanam jagung ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi PAC GP Ansor di kecamatan lain. Semangat berdikari yang ditunjukkan oleh Ansor Montong menegaskan bahwa kemandirian ekonomi adalah fondasi utama bagi tegaknya kedaulatan sebuah organisasi kepemudaan.
ANSOR MONTONG GAGAH
BS_Ansor Montong





