MONTONG, TUBAN – Pengurus Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Montong terus menunjukkan komitmennya dalam sektor ketahanan pangan. Pada Rabu (11/03), para kader Ansor-Banser Montong turun ke lapangan untuk melaksanakan tahapan krusial dalam budidaya jagung, yakni pemupukan ke-2 dan penyemprotan insektisida menggunakan produk dari FMC.
Kegiatan yang berlangsung di lahan garapan organisasi ini bertujuan untuk memastikan pertumbuhan tanaman jagung tetap optimal di fase vegetatif akhir menuju generatif.
Nutrisi Tepat, Hama Lewat
Pemupukan kedua ini difokuskan untuk memperkuat batang dan pengisian tongkol nantinya. Namun, nutrisi saja tidak cukup. Untuk menjaga investasi tenaga dan biaya, tim di lapangan menggunakan teknologi perlindungan tanaman dari FMC.

Beberapa poin utama dalam giat lapangan kali ini meliputi:
-
- Pemupukan Susulan: Menggunakan kombinasi unsur makro untuk memacu pertumbuhan vegetatif agar tanaman lebih kokoh.
- Proteksi Insektisida FMC: Mengingat serangan ulat grayak (Spodoptera frugiperda) sering menjadi momok, penggunaan produk andalan FMC seperti Prevathon menjadi pilihan utama karena efektivitasnya yang cepat dan perlindungan yang tahan lama.
- Edukasi Kader: Kegiatan ini juga menjadi ajang belajar bersama bagi kader Ansor mengenai manajemen pertanian yang modern dan efisien.
”Kami tidak ingin sekadar menanam. Kami ingin membuktikan bahwa kader Ansor juga bisa menjadi petani yang cerdas secara teknis. Dengan menggunakan produk berkualitas seperti dari FMC, kami meminimalisir risiko gagal panen akibat hama,” ujar salah satu koordinator lapangan PAC GP Ansor Montong.

Kemandirian Organisasi melalui Pertanian
Langkah ini merupakan bagian dari program jangka panjang PAC GP Ansor Montong dalam membangun kemandirian ekonomi organisasi. Hasil panen jagung ini nantinya akan digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial dan keagamaan di wilayah Montong.

Dengan perawatan yang intensif dan pemilihan produk perlindungan tanaman yang tepat, diharapkan produktivitas lahan ini mampu mencapai target maksimal, sekaligus menjadi percontohan bagi pemuda tani di sekitar wilayah Tuban.
Analisis Singkat:
Penyemprotan di fase ini sangat krusial. Jika ulat grayak tidak dikendalikan sekarang, mereka bisa merusak titik tumbuh (pupus) jagung yang berakibat pada gagalnya pembentukan tongkol. Pilihan menggunakan produk FMC adalah langkah strategis mengingat reputasi mereka dalam pengendalian hama ulat pada jagung.
BSA Montong






